Saturday, 19 October 2019

Mobil second merupakan mobil bekas atau mobil yang berada di tangan pertama lalu dijual untuk melakukan upgrade mobil. Sebagai pembeli dalam membeli bekas maka sebaiknya memperhatikan tempat pembelian karena tempat jual beli mobil tangan kedua sudah banyak dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Saat membeli maka pastikan memperhatikan semua kondisi dalam dan luar mobil memiliki kondisi yang masih baik. Tidak ada salahnya memperhatikan mobil hingga detail supaya kualitas mobil yang dibeli masih bagus dan uang yang dikeluarkan tidak sia-sia. Melakukan pembelian pada tangan kedua harus memperhatikan dokumen dan surat penting terkait kendaraan adalah asli, jika perlu maka dapat melakukan pengecekannya melalui Samsat.

Sebagai pembeli mobil bekas dengan kebutuhan tertentu ataupun karena keinginan, perlu memperhatikan beberapa hal dibawah ini sebelum membelinya:


  • Memperhatikan tempat parkir mobil di rumah, dapat menggunakan garasi jika dimiliki maupun menggunakan halaman rumah dengan memperhatikan tingkat keamanannya saat memarkir mobil, terutama jika tidak memiliki pagar rumah.
  • Perhatikan biaya parkir mobil yang dikeluarkan per harinya, jika menggunakan mobil dan harus memarkir dengan tarif Rp4000 per jam dan berada di kantor selama 8 jam maka mengeluarkan Rp32000 per harinya yang perlu disesuaikan dengan pendapatan yang mencukupi.
  • Mengetahui biaya tarif tol dan bensin yang dikeluarkan, terutama jika ingin menghindari macet dengan asumsi biaya tol yang dikeluarkan per harinya adalah Rp15 ribu dan biaya bensin per minggunya Rp100 ribu dengan asumsi penggunaan sebulan maka perlu menyisihkan uang Rp730 ribu untuk bensin dan jalan tol.

Selain itu, saat akan membeli mobil second maka perhatikan biaya servis yang akan dikeluarkan, servis terdiri atas dua yaitu servis berkala dan servis tambahan bila mobil mengalami masalah yang tidak diinginkan. Biaya servis cukup bervariasi tergantung pada kerusakan mobil yang dialami. Mobil memiliki surat penting seperti STNK yang menjadi indentitas suatu mobil yang membuat pemilik mobil harus membayar pajak setiap tahunnya dan bila sudah jatuh tempo maka perlu memperpanjang STNK dengan biaya dibebankan sesuai dengan jenis dan tahun mobil yang sedang digunakan.

Pemilik mobil dapat menggunakan mobil jika memiliki Surat Izin Mengemudi tipe A dengan persyaratan, kartu identitas, kesehatan, mahir dalam mengemudi dan hasil uji simulator. Saat mengisi form SIM maka perlu melakukan pembayaran PNBP dan melakukan registrasi hingga produksi SIM keluar. Jika ingin membeli mobil secara kredit dapat dilakukan walaupun untuk mobil bekas, hal ini diperlukan untuk menjaga keadaan mobil tetap terjaga dan jika terjadi kecelakaan dapat diproteksi dengan penggantian biaya.

Berikut adalah beberapa kesalahan saat membeli mobil bekas:

  • Saat membeli tidak melakukan tanya jawab kepada penjual terkait sejarah mobil yang membuat pembeli dapat mendapatkan mobil rusak.
  • Saat membeli calon pemilik mobil tidak mengetahui cara pengecekan mesin mobil yang baik, sehingga perlu membawa teman yang dapat mengerti tentang masalah mobil.
  • Saat membeli tidak memperhatikan buku servis, apakah mobil tersebut sebelumnya melakukan servis secara rutin karena jika tidak maka terdapat banyak kerusakan didalamnya.


Mobil second perlu melakukan test drive, hal ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru karena mulai dari suara, getaran hingga asap dari mesin perlu diperhatikan. Jika tidak memiliki waktu maka sebaiknya menunda karena memungkinkan mobil yang dibeli rusak. Kesalahan yang sering dilakukan adalah tidak melakukan perbandingan antara tempat jual mobil bekas yang satu dengan yang lain, mulai membandingkan harga dan kualitas mobil yang diinginkan.


EmoticonEmoticon